MR • 27 Agt 2025 09:34
Mozilla Firefox Mengatasi 9 Kerentanan Keamanan Kritis yang Memungkinkan Serangan Remote Selengkapnya
Framework web Fiber (untuk Go) terkena kerentanan serius CVE-2025-66630 dengan skor CVSS 9,2 (Critical). Celah ini berkaitan dengan fungsi UUID di Fiber yang dalam kondisi tertentu dapat menghasilkan nilai yang prediktif, ber-entropi rendah, bahkan seluruhnya nol, sehingga tidak lagi aman digunakan sebagai pengenal dalam konteks keamanan (session ID, token, dsb).
Secara desain, Fiber mengandalkan sumber bilangan acak aman (secure random) untuk membangkitkan UUID. Masalah muncul ketika sumber entropi ini gagal atau tidak memberikan nilai acak yang memadai, tetapi fungsi UUID tidak meneruskan (propagate) error ke aplikasi.
Akibatnya, aplikasi tetap berjalan dan menggunakan UUID yang:
Bisa ditebak polanya.
Berulang (collision) karena ruang acak yang sempit.
Dalam kasus ekstrem, berisi nilai nol semua.
Bagi aplikasi yang menjadikan UUID sebagai:
Session ID
Token autentikasi/otorisasi
Identifier sensitif lain (reset password, API token, dsb.)
situasi ini sangat berbahaya, karena asumsi “UUID selalu acak dan unik” menjadi tidak valid.
Beberapa skenario risiko yang mungkin terjadi antara lain:
Session hijacking / fixation: Penyerang dapat menebak atau memaksa penggunaan UUID tertentu sebagai ID sesi, lalu mengambil alih sesi pengguna sah.
Token forgery / bypass: Token berbasis UUID (misalnya untuk verifikasi email, reset password, API access) dapat dipalsukan karena ruang kemungkinan yang mudah ditebak.
Collision & DoS: Banyak objek/sesi berbagi UUID yang sama, menimbulkan kekacauan di log, salah asosiasi data, hingga potensi denial‑of‑service karena benturan kunci di penyimpanan.
Logging yang menyesatkan: Log keamanan yang biasanya mengandalkan UUID untuk pelacakan insiden bisa tidak akurat, menyulitkan investigasi.
Karena Fiber banyak digunakan untuk membangun web service dan API di lingkungan produksi, dampaknya dapat meluas ke berbagai sistem bisnis yang bergantung pada keandalan pengelolaan sesi dan token.
Kerentanan ini memengaruhi versi Fiber yang masih menggunakan perilaku fallback tidak aman ketika sumber random gagal. Rilis terbaru telah memperbaiki:
Perilaku UUID agar tidak lagi diam‑diam menggunakan nilai prediktif saat secure random gagal.
Penanganan error sehingga aplikasi dapat mengetahui jika terjadi kegagalan sumber entropi dan mengambil tindakan yang sesuai.
Disarankan untuk segera memperbarui ke Fiber versi 2.52.11 atau yang lebih baru untuk menghilangkan perilaku lama yang berbahaya ini.
Untuk tim pengembang yang menggunakan Fiber di layanan produksi:
Segera upgrade Fiber
Perbarui dependensi ke v2.52.11+.
Jalankan kembali build dan deployment setelah pembaruan.
Audit penggunaan UUID di kode
Identifikasi di mana saja UUID dipakai untuk fungsi keamanan: session ID, token reset password, API token, link verifikasi, dsb.
Pertimbangkan untuk merotasi token/token lama, terutama jika dibuat saat masih menggunakan Fiber versi rentan.
Tambahkan lapisan keamanan ekstra
Jangan hanya mengandalkan “UUID random” sebagai satu‑satunya faktor keamanan.
Padukan dengan mekanisme lain: HMAC, signed token (mis. JWT dengan kunci kuat), ekspiry yang ketat, dan pengecekan IP/UA bila relevan.
Perkuat logging dan monitoring
Pantau pola UUID yang mencurigakan (misalnya banyak nilai sama atau pola berulang).
Terapkan deteksi anomali untuk aktivitas login/token yang tidak wajar.
Uji ulang aplikasi setelah patch
Lakukan pengujian keamanan (mis. penetration test ringan atau review kode) untuk memastikan tidak ada bagian aplikasi yang masih mengasumsikan UUID selalu unik dan tidak dapat ditebak.
CVE-2025-66630 menjadi pengingat bahwa fungsi pembangkitan UUID pun bisa menjadi titik lemah jika lapisan entropi dan penanganan error tidak ditangani dengan benar. Bagi aplikasi berbasis Fiber yang memakai UUID untuk aspek keamanan, update ke v2.52.11+ bukan sekadar peningkatan fitur, tapi keharusan untuk menjaga integritas sesi, token, dan data pengguna.
Sumber referensi:
GitHub Security Advisory – CVE-2025-66630: Fiber UUID functions may generate predictable identifiers.